Selasa, 04 September 2007

Dies Natalis ke-57

01 September 2007

Happy Birthday… Happy B’day to you my Minor Seminary ‘Christus Sacerdos’.

Hari ini Dies Natalis-nya Seminari Menengah yang ke-57, lho…


Met Ultah dah…! Semoga semakin berjaya dan tetap menghasilkan calon-calon imam yang handal dan berkapasitas.


Misa


Eitzzz… Seminari kedatangan tamu, neh… seorang seleb papan atasnya Gereja, siapa lagi kalau bukan Mgr. Pius Datubara, OFM. Cap. Kedatangan beliau selain sebagai owner-nya Seminari, juga menerimakan Sakramen Krisma bagi 88 krismawan (seminaris) dan 2 krismawati (karyawati). Dengan semangat, beliau memimpin jalannya perayaan, khususnya saat homili, para seminaris terikut dan mendengarkan kata demi kata yang meluncur lewat hati Ompung Uskup tersebut. Beliau secara tegas dan eksplisit mengungkapkan bahwa para seminaris sebaiknya tidak melulu mencuri ilmu di Seminari, sebab Seminari adalah wadah pembinaan calon imam menjadi unggul dan mampu menjawab panggilan Tuhan terhadap dirinya. Para seminaris tampaknya mengerti maksud perkataan Ompung Uskup, sebab mereka kelihatan mengangguk-angguk. Semoga!


Usai Perayaan Misa, seluruh penghuni bergerak menuju lapangan olah raga. Hari ini akan diadakan pertandingan olah raga antar domus, demi memeriahkan pesta ulang tahun ke-57 ini. Ompung Uskup sendiri turun ke lapangan menyaksikan jalannya pertandingan. Pertandingan tersebut terdiri atas dua cabang olah raga, yaitu: bola kaki dan bola volley. Tak pelak lagi, meski Rhetorica dengan Alverna digabung, Subatio tetap unggul dan tak terkalahkan. Meskipun ada yang kalah dan yang menang, mereka tetap memancarkan wajah keceriaan dan persaudaraan satu sama lain.


Satu hari penuh dengan keceriaan, siapa yang menyangka para seminaris, lagi, kedatangan tamu, seorang alumnus, Bapak Pieter Damanik, pemimpin Corona Mea-nya Seminari. Kedatangan beliau adalah untuk memberi ‘sesuatu’ bagi para seminaris yang mudah-mudahan bermanfaat nanti. Sharing pengalaman dan kesaksian hidup beliau menambah semangat para seminaris lagi untuk menjadi persembahan yang hidup dan kudus untuk Tuhan. Beliau banyak bercerita tentang bagaimana menjadi seorang petarung yang tangguh dalam segala hal. Expirence is the best teacher. (sky)


AMDG


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar