Minggu, 26 Oktober 2008

Botou...., oh Botou....

Minggu, 26 Oktober 2008, malam ini di aula Universitas HKBP Nommensen sebuah kisah tragis akan terulang lagi setelah tahun sebelumnya digemparkan oleh pembunuhan yang didalangi Guru Saman. Malam ini, akan dikisahkan lagi riwayat seorang gadis cantik yang selalu dirundung kesedihan akibat ulah botounya dan akhirnya menjelma menjadi sebatang pohon enau. Puang Boru Sobou,  sebuah pementasan opera Simalungun yang dipentaskan berdasarkan turi-turian Simalungun.

Selain menampilkan kebolehannya dalam mementaskan drama karya sutradara Kh. Ibra Harahap ini, para seminaris juga akan mempertunjukkan jiwa seninya melalui seni musik yang ditangani oleh bapak Panjotik Silaen dan bapak Fernandus Sinaga. Hmmm, bagi anda yang gemar marmitu, akan ada sebuah kejutan bagi anda nanti malam. Apa kejutannya? Yang jelas jika sudah diberitahu sebelumnya pasti bukan kejutan lagi namanya.

Jadi, bagi anda para pencinta budaya, khususnya budaya Simalungun, malam ini Seminari Menengah Pematangsiantar Christus Sacerdos, yang didukung oleh SMA Budi Mulia dan SMA Bintang Timur , akan mencoba memuaskan dahaga anda akan kehadiran budaya tradisional.

Selamat menyaksikan persembahan kami, horas ma bai na siam!!! (paunk)

Rabu, 01 Oktober 2008

KRONIK: Juli-Desember 2017


KRONIK



Halo sobat- sobat Lembaga bagaimana liburannya? Pasti menyenangkan bukan. Nah setelah liburan Anda tentu semangat dalam menjalani Semester ini bukan? Nah dalam semester kali ini, ternyata sudah banyak juga lho pengalaman yang kita alami. Karena itu, yuk kita lihat kembali kegiatan kita dalam semester ini. Yah…, harapannya kita bisa semangat lagi di semester depan. Salam dari seluruh redaksi Lembaga…..
14 Juli 2017
            “Eh Kor, kok banyak orang di Seminari siang ini? “Ya iyalah Bokir, hari ini kan seminaris kembali ke Seminari setelah liburan, terus… , ada juga adik-adik Probatorium yang baru masuk Seminari” “Oh gitu to…, semangat yaa adik-adik Probatorium”
16 Juli 2017
            “Dengan gembira bersama melangkah…” “Wah…, hari ini kita membuka tahun ajaran baru dengan misa ya Ker?” “Udah lah nyanyi aja dulu kau Bokir…” Jawab Baker sewot. Semoga kita para seminaris semakin semangat dalam menjalani tahun ajaran baru ini…
31 Juli 2017
            “Hore…, pertandingan memperebutkan Piala Dies Natalis dibuka hari ini dengan resmi oleh Pastor Parlindungan Purba. Semoga kita dapat bertanding dengan sportif dan menjunjung nilai-nilai kejujuran ya…
5 Agustus 2017
            “Hoi Bokir, itu siapa ya kok datang ke Seminari, trus…, pakai jubah aneh lagi…” tanya baker gundah. “Psstttt,  Baker, itu pastor Cosman Sianturi, OSC. Dia lagi membawa rekoleksi di seminari hari ini. “O…, gitu ya, sorry deh…, namanya juga orang gak tau.”
9 Agustus 2017
            “Hei, Bakor, hari ini Pastor di seminari bertambah lagi” “Serius kau Kir…, siapa?” “Pastor Fransiskus Ginting” “Wah, telat informasi kali aku, bah. Oh…, dia lagi ditahbiskan di Paroki Santa Perawan Maria Kabanjahe sekarang kan?” “Ya…, tumben cerdas kau, Bakor” Proficiat bagi Pastor Fransiskus Ginting dan imam-imam baru lainnya.
15 Agustus 2017
            “Bukor, tahu gak kalau hari ini kita akan mengikuti misa perdana Pastor Fransiskus Ginting?” “Hah…, Pastor Frans…? Imam baru ya…, kupikir dulu dia masih Diakon… rupanya memang” jawab Bukor ngasal. Selamat ya Pastor Fransiskus Ginting.
17 Agustus 2017
            “Tujuh belas Agustus tahun empat lima, itulah hari kemerdekaan kita…” Baker bernyanyi penuh cinta. “Haa…, hari ini kita memperingati hari kemerdekaan ya Ker…? Ngomong-ngomong kita buat kegiatan apa nih di Seminari?” “ Biasa, panjat pinang dan game lainnya dong Kor. Intinya lomba makan kerupuk… panjat pohon kelapa… gak ada. ” “Oh ya? Sungguh aku tidak menanyakannya Ker.” Jawab Bukor tercengang. Tapi, ngomong-ngomong ada yang tahu gak kenapa hari kemerdekaan RI itu identik dengan panjat pinang bukan panjat pohon kelapa? Cari sendiri, atuh
1 September 2017
                        “Tak terasa Seminari sudah berusia 67 tahun ya, Kir” “Iya…, tapi sepertinya gedung putih ini masih terlihat bersemangat mendidik kaula muda mencapai impian mereka menjadi imam…” Jawab Bokir dengan kebijaksanaan yang adil dan beradab. “Yaa…, proficiat bagi Seminari dan semoga semakin bagus dan banyak terpanggil menjadi imam.”
26 September 2017
                        “Ya, kali ini SMA BT siap menendang dan…, ternyata berhasil tersangkut di sebuah pohon kelapa yang tinggi menjulang…” “Eh, Bukor. Untung ya kau gak jadi komentator nya.” Kata Baker dengan ekspresi misterius. “Memang kenapa, Ker? Kata Bukor penasaran. “Komentar mu gak sesuai fakta, bro.Hoax. Coba kutanyak, bola mana yang sangkut di pohon kelapa?” “Ya, gak ada lah. Orang udah diambil bolanya” Jawab Bukor membela diri. Tim Seminari berhasil lolos masuk ke final piala Walikota, dan berhadapan dengan Budi Mulia. Semangat ya kawan-kawan.
28 September 2017
                        “Seminari Menengah…. Idolaku is the best.” Bakir dan pasukan khususnya berteriak kencang mendukung para pemain. Setelah berbagai sepakan,tendangan,tunjangan,dan kegiatan kaki yang lain yang dialami si wajah bundar, ternyata kemenangan berada di pihak Seminari. Dengan demikian…, Kesebelasan Seminari menjadi juara 1 Walikota Cup kali ini. “Bokir…, kau tengok tadi golku yang salto belakang itu Kir? Pasti ganteng kali aku situ kan? Mana wartawan, coba tanyak ada gak poto nya aku pas salto tadi?” “Para pasukan… kita pulang sekarang. Aku malas menjawab kesombongan tiada arti ini.” Kata Bakir sambil memimpin pasukannya pulang dengan langkah paskibraka.
02 Oktober 2017
                        “Salam Maria penuh rahmat…” “Oi,Kor, ada apa sih ini kok pada berdoa Salam Maria?” Kata Baker dengan ekspresi linglung. “Kemana aja selama ini Baker? Ini tuh pembukaan Bulan Rosario.” Kata Bukor dengan kesucian tingkat sejahtera. “Wah, malam ini cuaca cerah ya.” Jawab Baker penuh usaha agar tidak terlihat bersalah.
07 Oktober 2017
            “…Hormati orang tuamu, agar lanjut umurmu di Bumi…” Wah..,ada hari orang tua seminaris ya Bukar, Bukir. Iya, itu sebagai rasa hormat kita kepada orang tua yang telah membesarkan kita dan selalu mendukung panggilan kita di Seminari.
08 Oktober 2017
            “Hore..,kita pulang kampung sela seminggu..”Eh..,tapi kelas Syntaxis masih tinggal untuk bersharing dengan orang tua mereka mengenai panggilan.
15 Oktober 20017
            “Sebelum pulang kita makan dulu ya,Kor..” “Ok,Kir.., tidak terasa waktu liburan kita sudah habis dan kita harus kembali lagi ke Seminari.., tapi kita harus tetap semangat demi masa depan kita menjadi Imam.
28-29 Oktober 2017
            “Eh., kita kok ada banyak mobil depan Seminari ? Trus, kok banyak alat musik ,ya ? “ “Ya iyalah Bokor, kan Seminari akan aksi panggilan ke Beganding (Group A) dan Martupung (Group B)” Ooo.., gitu ya. Semangat ya teman-teman Seminaris.Semoga banyak yang terpanggil menjadi imam dengan kasi panggilan ini “
04-05 Novemeber 2017
            “Hari ini seminaris aksi panggilan lagi kan, Kir ?” “Oh ya.., aku dengar iya sih.” “Kemana lagi nih sekarang” “Katanya sih ke Sampun , Berastagi (Group A) dan ke Tanjung Selamat (Group B)”
10 November 2017
 “Hei bokor kamu mana?”
“ Ya ke sekolah lah, mau kemana lagi….”
“ Tapi hari ini kita ada upacara lho”
“ Upacara? Memangnya ada yang mau kawin?”
“ Yah…, kor..kor, tahunya kawin doang. Hari ini kan hari pahlawan..”
“ Oh iya, aku lupa”
11-12 November 2017
            “Wahh, bus itu kali yang di naiki seminaris Kor, kok di pinggir jalan?”  “Oh…,katanya rusak saat mau ke parlilitan.Ii kan minggu panggilan terakhir, tapi group A kemana” “Oh, mereka ke Hutapaung”
18 November 2017
Rekoleksi bersama RP Leo, SCY
“  Eh.., kir…, siapa tuh, kok kepalanya gundul begitu.., gersang banget ( bagi Pastor Leo jangan tersinggung ya…, Cuma bercanda Pastor)”
“ Oh, itu Pastor Leo dari TOR. Beliau mau meminpin rekoleksi kita hari ini. Ngomong- ngomong, katanya Pastor ini tidak punya Facebook lho.
25 November 2017
 “  Hoi…, Bokor, Bukor…., cepetan ada yang aneh nih…”
“ Ah…, ada apa lagi sih kir? Ganggu orang aja..”
“ Itu kok ada tulisan HUT PGRI di aula alverna ya??? Memangnya PGRI itu siapa sih…???”
“ Ya ampun Kir, dikirain apa.., PGRI itu artinya Persatuan Guru Republik Indonesia”
“ Iya Kir, makanya rajin membaca dong…, hari ini kan hari guru. SELAMAT HARI GURU BAGI SEMUA GURU DI INDONESIA KHUSUSNYA GURU SEMINARI YANG KAMI CINTAI”
(Ketika malam hari)
“ Wah.., Kor.., ternyata sudah banyak juga ya prestasi yang kita capai tahun ini. Mulai dari juara 1 turnamen Sepakbola Piala Walikota, Juara Lingkungan Hidup, Olimpiade, dan Penulisan Karya Ilmiah”
“ Iya Kir, makanya kita membuat syukuran sebagai tanda terima kasih atas anugrah Tuhan..” SELAMAT BAGI PRESTASI SEMINARI DALAM TAHUN INI”
29 November 2017
“  Yak…, disana ada Weasly membawa bola…, gelandang lawan sudah dilewati dan di oper kepada saudara San yang dengan kencangnya berlari dan kali TENDANGAN KERAS DARI SAUDARA SAN DAN…., oh ditepis oleh kiper Marihat Utama FC, namun apa yang terjadi kali ini SUNDULAN KERAS DARI SAUDARA WEASLY KEMBALI DAN…., GOAL….kemenangan 1- 0 untuk tim junior Seminari”
“ Yak kali ini pertandingan dilanjutkan dengan tim senior yang berlangsung sengit. Untuk sementara Seminari tertinggal  1 poin… namun apa yang terjadi di sana… kali ini Gain dari sayap kiri skuat seminari berlari bagai kesetanan dan… GOAL!!!! Skor seri 1- 1
30 November 2017
“ Yak saudara- saudara kembali lagi bersama saya bung Bokor dari studio Seminari. Kali ini kita lihat di sektor basket pertandingan masih berlangsung alot dan kita lihat kali ini saudara- saudari skor masih berkejar- kejaran di kedua kubu  yang bertanding, namun kali ini Seminari masih unggul berkat aksi heroik  Anri Tri Tua Purba alias ATTP atau akhir- akhir ini dipanggil Lucky oleh media massa. Dan apa itu, oh ternyata peluit dari wasit. Seminari menang dengan skor 46- 38. Selamat bagi Seminari!!!







Horas…menjuah-juah…yahowu…Hi, sobat-sobitku. Bukor, Baker, dan Bokir akan menemani Anda sejenak. Mungkin Anda sudah rindu dengan kami, karena kita sudah lama bukan tidak berjumpa. Pasti Anda sudah rindu dan tak tahan lagi mendengar info  yang ada di Seminari bukan? Inilah dia kabar-kabari yang terbaru dari semester lalu. Meski telat, pasti ada gunanya.



6 Januari 2008

Setelah tiga minggu lamanya Gedung  Putih sepi, akhirnya keramaian muncul kembali oleh suara derap langkah ratusan pemuda yang datang dari pelbagai daerah. Siapkah mereka?? Mereka tak lain tak bukan ialah buah hati gedung putih yang untuk sementara waktu berlibur ke daerah masing-masing. Di sana sini terdengar suara cerita tentang pengalaman selama liburan. Suasana canda, ceria dan gelak tawa mengisi setiap sudut ruangan dan menghapuskan kerinduan.



19 Januari 2008

Kir… kamu mau kemana, kok rapi banget dan wangi lagi? Oh… kamu nggak tahu Kor, kalau sekarang ada tahbisan Imamat di Tebing Tinggi. Dari Seminari juga ada yang ditahbis yaitu D. Moses Tp. Bolon, dan D. Hermanus Sahar. Nah sekarang aku dan sebagian teman seminaris akan pergi ke sana untuk mengisi acara dalam misa nanti. Doain aja yach… supaya acara nanti tidak terganggu.



23 Januari 2008

Bukor…Bokir…cepatan, nanti kita akan terlambat. Bentar napa gak sabaran kamu. Hari ini merupakan hari yang menyenangkan bagi Seminari sebab hari ini kedua pastor yang baru akan membawakan misa perdananya di kapel seminari menengah. Selanjutnya acara dilanjutkan di aula Alverna yang dihibur dengan tari-tarian, dan lain sebagainnya.



12-15 Februari 2008

Kir…Kor…Ker…udah siap nggak untuk pergi…?? Udah…semuanya dah beres…!! Hari ini adalah hari pertama diadakannya Retret, para seminaris telah mempersiapkan dirinya untuk retret. Kelas Poesis mengadakan retret di Viata Yudha, Sintaxis di PPU, Grammatica dan Probatorium tetep di seminari ini. “Semoga dengan adanya retret ini, panggilan kita semakin dikuatkan.



16 Februari 2008

Kir…tolong bawakan tas aku…!seru Bukor. Tunggu sebentar lagi…!!Hari ini seminari mengadakan Long March yang telah dinantikan oleh seminaris. Semoga dengan adanya Long March ini kita dapat mengetahui dan mengenal panggilan dan pilihan hidup kita. “Semoga Berhasil”.



23 Februari 2008

Eh…Kir… kamu kok ketawa gitu? Sepertinya kamu lagi senang yach….? Iya…soalnya hari ini ada pertandingan bola kaki melawan Postulan. Jadi kita harus memberi dukungan kepada seminari supaya merekan menang. Hari ini seminari lagi-lagi menang atas postulan dengan skor 5-2. Berjuanglah terus Seminari”.



1 Maret 2008

Kir…Kor…kalian mau kemana? Tanya Boker. Oh…kami mau pergi ke Bah Jambi untuk mengikuti pertandingan sepak bola. Siapa yang akan bermain…Junior atau Senior?? Ya keduanyalah!! Tapi ngomong-ngomong hari ini juga ada pertandingan melawan Budi Mulia dalam pertandingan Basket. Jadi kamu dukung pemain basket kita supaya menang dan doain juga pemain sepak bola kita supaya menang. “Kita menang,…kita menang…!” Kenapa kamu Kir…?? Kita berhasil mengalahkan Club Bah Jambi dengan skor untuk Junior 3-2 dan untuk Senior 2-0. Di sini tim basket kita juga menang atas Tim Budi Mulia dengan skor 65-51. “Bravo Seminari.”



13-14 Maret 2008

Lho…kamu kok rapi banget Ker…?? Pa kamu mau tampil nantinya…?? Iya…aku kan masuk final dalam lomba Pidato senior…!!oh… semoga kamu berhasil yach…!! Hari ini adalah final sayembara, para kontestan final telah bersiap-siap untuk bertanding memperebutkan posisi pertama. “Maju para kontestan dan tunjukan keahlianmu”.



23 Maret 2008

Ker…ayo bantu adik-adik probatorium mengangkat bangku dan menyusun tempat di lapangan, kan nanti ada api unggun, jadi kita ikut dalam menyediakan tempat. Hari ini ada acara api unggun yang diadakan pada malam hari…!! Acara tersebut dimeriahkan oleh para penyanyi lokal yang cukup terkenal ….!!!



7-9 April 2008

Kor…kamu ngapain sih…kok sibuk banget…?? Gini nih….aku dan si Baker akan mengikuti Olimpiade, jadi kami minta doa kamu supaya kami dapat juara dalam Olimpiade itu.

“Selamat berjuang dan semoga sukses para kontestan Olimpiade”.





19 April

Hore…hore…hore…teriak Bokir…!!!Kenapa kir…!!!seru Bukor…!!!!Aku mendapat juara I dalam olimpiade Kimia dan si Boker hanya dapat Juara IV dalam Olimpiade Matematika. Inilah Prestasi yang diraih oleh para seminaris dan mengharumkan nama Seminari di luar..!!

“Berjuanglah terus jangan menyerah tunjukan kemampuanmu selalu…!!”



22-24 April 2008

Sst…sst….desis Bokir …!!! Kamu kenapa Kir…, tanya Boker…? Hari ini tuh abang Poesis ada UAN, jadi kita jangan ribut supaya mereka dapat konsentrasi dalam mengerjakan ujian tersebut…!!! Memang hari ini ada UAN bagi Abang- abang Poesis kami doain semoga Abang-abang sekalian dapat mengerjakan Ujian tersebut dengan baik…!!!!

“Semoga sukses dalam menempuh ujiannya.”



20 Mei 2008

Eh…mau kemana nih…kok buru-buru banget sih…!!! Hari ini tuh ada pertandingan catur yang dilaksanakan oleh Dispenjar. Jadi, kamu mau kemana…Kor…! Ya aku mau menemani pemain yang akan bertanding…?? Ya udah cepat pergi nanti kalian terlambat…!!! Semoga menang teman???



21 Mei 2008

Menang lagi…menang lagi…seru Bokir…!!!! Hari ini tim tennis meja kita menang melawan Tim dari sekolah lain… Memang hebat nih si Bolli dan Candra ya Kir… mereka dapat memegang Juara II dan III yach…padahal beat pemain kita harganya 20.000 sedangkan harga beat sekolah lain ratusan ribu….!! Memang hebat…!!!

“Tunjukan terus prestasimu teman.”



22 April 2008

Sial…. Sial…sial…desus salah satu pemain karate kita…!!! Mereka sebel karena mereka tidak bisa main karena sudah dianggap KO sama panitia…!! Sabarkanlah hatimu temanku masih ada kesempatan yang lain tunjukan bahwa kamu dapat meraih juara itu…???



5 Mei 2008

Liburan telah tiba, seru para seminaris. Memang hari ini merupakan hari liburan di mana para seminaris pulang ke kampung halamannya….!!! Tapi bagi kelas Sintaxis yang masih bertahan tidak bisa pulang karena mengadakan Live In dan dilanjutin dengan Aksi Panggilan…!!! Semoga kelas Sintaxis dapat betah dalam menempuh hidup di tempat yang baru dan semoga sukses dalam aksi panggilannya….!!! Bravo Sintaxis….!!!

Selasa, 30 September 2008

QUO VADIS SISWA LULUSAN TA 2007/2008?

 


Nama                                    : Aditius Tigor Purba


Asal paroki                            : St. Fransiskus Asisi, Saribu Dolok


Tempat, tanggal lahir              : Tanjung Karang, 13 February 1989


Kelas                                     : Poesis IPS


Pilihan                                    : Projo KAM


Motto                                    : Tuhan adalah pelindungku dan aku hidup dalam naunganNya.


 


Nama                                       : Daniel Munthe


Asal paroki                              : St. Maria Tj. Selamat, Medan


Tempat, tanggal lahir              : Jakarta, 20 April 1989          


Kelas                                       : Poesis IPS


Pilihan                                     : AWAM


Motto                                      : Berikanlah yang terbaik selagi engkau masih bisa hidup.


 


Nama                                       : Fransiskus Mario Ginting


Asal paroki                              : Kabanjahe, St. Maria diangkat ke Surga


Tempat, tanggal lahir              : Suka, 5 April 1989


Kelas                                       : Poesis IPS


Pilihan                                     : OFM Conventual


Motto                                      : Berusahalah selagi masih bisa.


 


Nama                                       : Harry Purba


Asal paroki                              : Pematang Purba, 14 April 1989


Tempat, tanggal lahir              : Saribu Dolok


Kelas                                       : Poesis IPS


Pilihan                                     : Projo KAM


Motto                                      : Jangan mau menjadi IDOLA (Idiot, dongok, Lamban Otak).


 


Nama                                       : Jameslin Damanik


Asal paroki                              : St. Fransiskus Asisi


Tempat, tanggal lahir              : Sari jandi, 4 Maret 1989


Kelas                                       : Poesis IPS


Pilihan                                     : Projo KAM


Motto                                      : Nikmatilah hidup


 


Nama                                       : Juan Boy Siboro


Asal paroki                              : St. Fidelis, Parapat


Tempat, tanggal lahir              : Parapat, 19 Desember 1988


Kelas                                       : Poesis IPS


Pilihan                                     : Kapusin


Motto                                      : Berserahlah pada Tuhan, dan biarlah dia bekerja dalam dirimu.


 


Nama                                       : Jimmy Petrus Tamba


Asal paroki                              : Paroki Pangunguran


Tempat, tanggal lahir              : Sibolga, 24 Mei 1989


Kelas                                       : Poesis IPS


Pilihan                                     : AWAM


Motto                                      : Nikmatilah hidup dengan penuh kesetiaan.


 


Nama                                       : Jekson Sitanggang


Asal paroki                              : St. Michael, Pangunguran


Tempat, tanggal lahir              : Pangunguran, 21 Oktober 1989


Kelas                                       : Poesis IPS


Pilihan                                     : OFM Cap


Motto                                      : Katakanlah kepada dirimu “Aku pasti mampu”


 


Nama                                       : Liman Manalu


Asal paroki                              : St. Paulus, Pekanbaru


Tempat, tanggal lahir              : Pasarambasang, 7 January 1988


Kelas                                       : Poesis IPS


Pilihan                                     : Projo Padang


Motto                                      : Jangan berpikir untuk bisa merubah orang lain kalau dirimu tidak  bisa berubah.


 


Nama                                       : Masro Antonius Situmorang


Asal paroki                              : Pakkat


Tempat, tanggal lahir              : Manduamas, 17 January 1989


Kelas                                       : Poesis IPS


Pilihan                                     : Kapusin


Motto                                      : where there is life, there is hope


 


Nama                                       : Marganda Purba


Asal paroki                              : St. fransiskus Asisi, Saribudolok


Tempat, tanggal lahir              : Purba Saribu Haranggaol, 27 Mei 1989


Kelas                                       : Poesis IPS


Pilihan                                     : OFM Cap


Motto                                      : Sekali kalah dalam tantangan selamanya anda akan kehilangan  untuk tantangan ini.


 


Nama                                       : Marganda Purba


Asal paroki                              : St. Fransiskus Asisi, Saribudolok


Tempat, tanggal lahir              : Purba Saribu, Saribu Dolok


Kelas                                       : Poesis IPS


Pilihan                                     : OFM Cap


Motto                                      : Sekali kalah dalam tantangan selamanya anda akan kehilangan kesempatan untuk tantangan itu.


 


Nama                                       : Natalius Tarigan


Asal paroki                              : Kabanjahe


Tempat, tanggal lahir              : Dokan, 25 Desember 1987


Kelas                                       : Poesis IPS


Pilihan                                     : Projo KAM


Motto                                      : Rahasia kejayaan adalah mengetahui perkara yang orang lain tidak tahu.


 


Nama                                       : Paulus Salvatore Sinaga


Asal paroki                              : Medan Timur


Tempat, tanggal lahir              : Medan, 30 September 1989


Kelas                                       : Poesis IPS


Pilihan                                     : OFM Cap


Motto                                      : ADIDAS (All Days I Dream About Savior)


 


Nama                                       : Petrus Hamonangan Sidabalok


Asal paroki                              : St. Fransiskus Asisi, Saribudolok


Tempat, tanggal lahir              : Purba Saribu, 27 September 1989


Kelas                                       : Poesis IPS


Pilihan                                     : Oblat Maria Imakulata (OMI)


Motto                                      : Vivere sine amicis non bonum est, sed melius si eicunt (Hidup tanpa sahabat memang tak baik tapi lebih tidak baik jika sahabat itu menghancurkan).


 


Nama                           : Prian Donie Manalu


Asal paroki                  : Maria Pertolongan Orang Kristen, Sidikalang.


Tempat, tanggal lahir  : Sidikalang, 18 January 1989


Kelas                           : Poesis IPS


Pilihan                         : Projo Padang


Motto                          : Konsistenlah dengan pilihanmu!!!


 


Nama                           : Riduan Pebrialdi Situmorang


Asal paroki                  : St. Fidelis, Doloksanggul.


Tempat, tanggal lahir  : Simandangun, 31 Desember 1989


Kelas                           : Poesis IPS


Pilihan                         : Projo KAM


Motto                          : Aku adalah aku.


 


Nama                           : Yonifer H. Pasaribu


Asal paroki                  : St. Fidelis, Parapat


Tempat, tanggal lahir  : Pematangsiantar, 13 January 1989


Kelas                           : Poesis IPS


Pilihan                         : Carmelit


Motto                          : Saat Anda mengalami masalah yang kemungkinan sulit untuk diatasi walupun sudah perjuangan terakhir Anda, yakinlah satu-satunya senjata ampuh adalah “DOA”.


 


Nama                           : Andika Ferdinandus Tarigan


Tempat, tanggal lahir  : Kutabuluh, 17 Oktober 1989


Asal Paroki                  : St. Fransiskus Asisi, Tigabinanga


Kelas                           : POESIS IPA


Pilihan                         : Projo KAM


Motto                          : Before you start to do what you want, it will never be reached.


 


Nama                           : Erkwan Martinus Sigalingging


Tempat, tanggal lahir  : Sibolga, 12 Agustus 1989


Asal Paroki                  : Medan Timur


Kelas                           : Poesis IPA


Pilihan                         : Projo KAM


Motto                          : Tak ada yang seputih salju, tak ada yang sehebat CINTA.


 


Nama                           : Friston Saragih


Tempat, tanggal lahir  : Haranggaol, 13 Mei 1989


Asal Paroki                  : St. Fransiskus Asisi, Seribudolok


Kelas                           : Poesis IPA


Pilihan                         : Awam aja deh…


Motto                          : Before you begin your activities, let’s pray and take a Smile.


 


Nama                           : Marzelmus Jhon Liberty Petrus Girsang


Tempat, tanggal lahir  : Medan, 24 Juni 1989


Asal Paroki                  : Tanjung selamat


Kelas                           : Poesis IPA


Pilihan                         : Projo KAP (Keuskupan Agung Palembang)


Motto                          : Berikanlah apa yang dapat kamu berikan hari ini kepada Tuhan, Sesama, dan dirimu sendiri.


 


Nama                           : Nuthobe Manurung


Tempat, tanggal lahir  : Medan, 21 September 1989


Asal Paroki                  : Padang bulan, Medan


Kelas                           : Poesis IPA


Pilihan                         : Serikat Xaverian (SX)


Motto                          : Don’t’ be afraid, because the lord be with all always.


 


Nama                           : Riduan Jesse Sinaga


Tempat, tanggal lahir  : Sibuntuon, 5 Juni 1989


Asal Paroki                  : St. Fransiskus Asisi, Saribudolok


Kelas                           : Poesis IPA


Pilihan                         : Projo Padang


Motto                          : Take it easy aja…!


 


Nama                                       : Rudolf Capah


Tempat, tanggal lahir  : Bangun, 14 November 1989


Asal Paroki                  : Paroki Sidikalang


Kelas                           : Poesis IPA


Pilihan                         : Karmelit (O’Carm)


Motto                          : Jalanilah hari-harimu dengan senyum dan semangat dan menangislah bila hatimu ingin menangis.


 


Nama                           : Rafael Sidabutar


Tempat, tanggal lahir  : Pematangsiantar, 11 Juli 1989


Asal Paroki                  : Siantar III


Kelas                           : Poesis IPA


Pilihan                         : Mewarta tanpa ikatan ordo


Motto                          : Don’t let the day go by in doubt.


 


Nama                           : Risky Yakob Purba


Tempat, tanggal lahir  : Kisaran, 17 Juni 1989


Asal Paroki                  : Sakramen Mahakudus, Kisaran


Kelas                           : Poesis IPA


Pilihan                         : OFM. Kapusin, Medan


Motto                          : Tersenyum dan tertawalah. Soalnya kedua aktivitas ini mempunyai efek kesehatan yang sangat ampuh. Dapat  mengubah suasana hati dan terpenting, saat anda bahagia, anda akan terlihat begitu seksi.


 


Nama                           : Salestinus Sinaga


Tempat, tanggal lahir  : Palipi, 17 Juni 1989


Asal Paroki                  : St. Fransiskus Asisi, Palipi


Kelas                           : Poesis IPA


Pilihan                         : OFM. Kapusin, Medan.


Motto                          : Akhiri dengan indah.

Senin, 29 September 2008

PUISI: NISTA

NISTA


 


Cah’ya terang kini terkatub badai kegelapan


Namun, kuhanya terduduk tertindas kepedihan


Kekerasan mewarnai gejolak aurah jiwa


Yang menjadi kepuasan batin belaka


Tapi……..


Pantaskah Nista itu menaungi jiwa-jiwa?


 


Cacat-cacat cela masuk lewat perbuatan nista


Merobek suara tangisan hati


Dan aku……..


Terdiam terselimuti dunia keji


Seberapa besarkah kemurahan hatimu?


 


Dunia keji mengatup tertunduk lesu


Tatapan wajah memandang ke arahku


Mengeram dendam, melahirkan nista


Mampukah aku menahan sakitku?


 


Dendam……


Dengki…….


Nista…….


Bukanlah kehidupan semata


 


 


Gery Valens Rejendi


Probatorium A 2007/2008

PUISI: MATI

MATI


 


Sudah berjam-jam aku di sini


Lama sudah…..


Kuterjongkok menanti gerak


Namun tak kunjung hadir


Tak ada nyali aksi


           


            Lolongan manusia melarat


            Harapkan serpih-serpih kepedulian


            Dari mereka yang diberi kehormatan


            Yang senang mencabik jiwa-jiwa melarat


 


Hening jiwa tercabik jadinya


Ketika lolongan dibalas cibiran


Tak peduli hati yang tersayat


Hanya tau harga dan wibawa


           


            Hei manusia laknat!


            Aku tahu kita beda harga


            Engkau mahal, aku murah, murahan….


            Hanya tahu nyawa sabung nyawa


            Tanpa pengorbanan semata


 


Patrisius Doli


Gramatika B 07/08

PUISI: TAK KUASA KU MEMANDANG

TAK KUASA KU MEMANDANG


 


Jika dendam membara…….


Diam membisu tanpa kata


Kata terpecah tak bicara


Gemetar rasanya membanta


Bila sentak gertakan melanda


 


            Fisik tak kuat menahan serasa


            Hanya tatapan mata memohon seraya


            Adakah kecupan dan belaian mesra?


            Atau……….


            Pelampiasan dendamkah itu?


            Kenapa…….


 


Ku tlah terkata oleh


Keras bak batu, tinggi bagai langit


Biarlah ini hadir menyapa jiwaku


Tuk harapan yang tlah sirna…


 


 


Yohanes Win Hendri


Probatorium A

BAHASA LATIN: NIHIL SINE LABORE


NIHIL SINE LABORE



            Familia humilia in vico parvo habitat. Haec familia duo filios habet. Filius primus, nomen tuum Willius, studiossimus est. Willius cotidie matrem suam in agro et in domo adiuvat et etiam Willius peritus discipline in schola est. Willius semper praemium magistro accipit. Willius fratrem parvum habet quem nomen tuum Saulus est.

             Saulus pigerrimus est, saepe in oppido ambulat et cibos dulcos emet. Ideo parentes cotidie gemunt quia Saulus semper pecuniam suam capit.

             Quadam die pater eorum morit quia scelus Saulus est. Willius tristissimus  est, quam pater eorum morit, Saulus scelerem non mutat. Willius semper Saulum admonet. Tandem Willius non scholam constitit ut Saulum constontat. Tamen mater sua factum Willii indignorat. Willius flet et factum suum paenetit.

             Tum Saulus tristiam Willi videt, deinde Saulus  etiam flet. Postea Saulus scelerem suum mutat. Saulus semper matrem suam orat, ut mater sua laetus sit et cotidie  Willium in agro adiuvat. Willius lateissimus est. Ideo Willius matri orat ut Saulus in scholam  vadat. Willius fratrem tuum admonet,” O, Saule impigrum te stude!”. Laetitia eorum ille tristiam mutat, quin mater eorum morit. Saulus et Willius tristissimus sunt.

             Nihil ab ers commetit. Tandem Saulus semper in scholam fadit et Willius semper in agro laborat.

             In delcana annos sequentis, Saulus et Willius divitem fiunt, quia Saulus medicum fit et eventus agri Willii semper bonus est.






Kosa Kata

Habitare          : tinggal

Habere 2         : mempunyai

Primus             : yang pertama

Gemere 3         : mengeluh

Emere 3           : membeli

Admonere 2    : menasehati

Cibus-i : makanan

Laetus-a-um    : gembira

Tristitia-ae       : kesedihan

Laetitia-ae       : kegembiraan

Cotidie                        : setiap hari

Nihil Sine Labora        : tiada satupun tanpa kerja berat

Orare               : memohon

Adiuvare         : membantu

Capere-cepi-captus ¾  : mengambil

Accipere-accepi-acceptus ¾ : menerima

Medicus-i        : dokter






Oleh : Rico & Leonardo

Gramatika A    2007/2008

CERPEN: DI SANA MEREKA MERASAKANNYA

DI SANA MEREKA MERASAKANNYA


 


Angin pagi yang sejuk dan terpaan bau-bauan yang segar dari rumput-rumput yang basah menyambut langkah Deva yang baru saja turun dari kamar tidurnya, ditambah suasana merdu burung pipit yang bersarang di pepohonan sekitar halaman asrama itu. Seperti biasanya, sebelum mandi Deva harus memulai senam sederhana dengan beberapa gerakan yang diciptakannya. Setelah cukup melenturkan yang semalaman kaku, barulah Deva bergegas ke kamar mandi.


            Dua tahun yang lalu, setelah Deva lulus dari SMP, ia memilih untuk tinggal di asrama melanjutkan masa pendidikannya di bangku SMA. Kini Deva telah memduduki dan melewati tahun kedua di asramanya dan juga di sekolahnya.


            Selesai bersiap diri dari kamar tidur, saatnya bagi seluruh isi asrama untuk menghadap ruang makan, tentunya untuk sarapan pagi. Selama acara makan berlangsung, tiba-tiba pikiran Deva melayang mencoba memutar kembali ucapan Dami dua hari yang lalu ketika mereka berkumpul bersama di ruang kelas.


            “Dev, kamu harus tegas dong dalam hal ini. Masa sih kita jadi disepelekan oleh anak-anak baru itu!” Dami berujar dengan nada emosi yang sedang menggelora dalam hatinya. Memang, emosinya tidak ditujukan kepada Deva, melainkan pada anak-anak baru yang sering membuat ulah di asrama. Antara Dami dan Deva memang telah terjalin hubungan persaudaraan, Dan bukan hanya mereka, tetapi seluruhnya yang bergabung dalam kelas II IPA. Sehingga segala tindakan yang akan dilakukan harus disetujui oleh semua personil kelas. Jika tidak, maka suatu tindakan tak mungkin terlaksana. Demikian juga halnya ketika Dami dan teman-teman selain Deva, mengusulkan akan memberikan pelajaran kepada anak-anak baru. Namun, jawaban Deva selalu bernada tidak setuju walaupun dikatakan secara halus.


            “Saat kita kelas satu dulu, banyak sekali tangan-tangan kasar yang melayang kepada kita. Kini ketika kita berhak untuk melakukannya, malah tidak kita lakukan? Lagian sikap mereka itu sudah keterlaluan.” Demikianlah selalu ungkapan Dami untuk membujuk sahabatnya sambil menunjuk kepalanya yang pernah bengkak akibat abang kelas, namun usahanya masih terhalang. Sambil meneguk the manis yang tersedia, pikiran Deva selalu dibayangi oleh permohonan-permohonan teman-temannya. Apalagi setelah mengingat bahwa nanti malam terakhir kalinya pertemuan mereka untuk membicarakan hal itu.


            Jam pelajaran terakhir tiba, yaitu pelajaran Bahasa Indonesia. Tetapi teman-teman bilang bahwa bapak guru tidak datang, karena kebetulan ada urusan keluarga.


            “Cuti hamil kali…” ujar Toni seenak perutnya. Toni memang anak yang paling lucu di kelas. Hanya melihat wajahnya saja, orang telah terlebih dahulu terpingkal-pingkal apalagi mendengar ucapannya. Tetapi di sudut ruangan sana, Deva tidak menghiraukan lelucon apapun. Deva mencoba membuka novelnya yang akan diresensinya untuk tugas Bahasa Indonesia. Sekalipun pandangan Deva tertuju pada kumpulan kertas yang penuh misteri itu, akan tetapi, pikiran utamanya sudah melayang jauh kemasa lalunya.


            Dijangkaunya putaran pita rekaman memorinya untuk melihat masa-masa lalu dengan musuh bebuyutannya, tetapi sangat disayanginya yang tak lain adalah ibu tirinya. Ketika Deva berumur 7 tahun, sang ibu tercinta dipanggil menghadap sang Ilahi. ± 8 bulan setelah kejadian itu, Deva dan kedua orang adiknya Deo dan Dirley berada di bawah asuhan seorang ibu tiri.


            Orang banyak berkata bahwa seorang anak yang berada di bawah asuhan seorang ibu tiri, pada umumnya akan membenci ibu tiri tersebut akibat sikapnya yang semena-mena. Akan tetapi lain halnya dengan Deva. Walaupun selalu diperlakukan secara kasar oleh ibu tiri, namun Deva selalu bersikap ramah terhadap ibu tirinya. Sikap itu juga selalu diterapkannya kepada Deo dan Dirley. Sehingga secara bersama-sama mereka selalu mengasihi dan bersikap ramah terhadap ibu tiri mereka.


            Bila dibayang-bayangkan, kehidupan Deva tak jauh berbeda dengan kehidupan yang dialami oleh Dami. Mereka sama-sama diasuh oleh tangan-tangan kasar. Akan tetapi mengapa antara prinsip Dami dan Deva jauh berbeda? Seharusnya Deva mendukung siasat teman-temannya untuk mengadakan kekerasan pada adik-adik kelas. Bahkan 1½ tahun setelah hubungan rumah tangga ayah dan ibu tirinya terjalin, ayahnya seakan telah berubah sifat. Yang dulunya bersikat lembut terhadap Deva dan adik-adiknya, tetapi kini sikatnya telah berubah. Tidak terdapat lagi unsur-unsur kelembutan dalam hati sang ayah. Sikat itu kini telah diganti dengan kekerasan kepalan tangan yang penuh dengan urat-urat otot dan tentunya pelampiasannya adalah Deva dan adik-adiknya.


            Studi malam telah usai ditandai dengan dentang nyaring lonceng. Kebiasaan kelas Deva untuk mengadakan perkumpulan kelas tepat ketika studi malam berakhir. Jelas bagi kelas II IPA bahwa malam inilah terakhir kalinya pertemuan diadakan untuk membahas tentang kelakuan-kelakuan akan-anak baru ataupun adik kelasnya. Semuanya memberikan beberapa pendapat mengenai hal itu.


            “Kalau aku nanti, jika siasat ini disetujui, sudah ada 3 anak yang kuincar,” demikian terdengar lagi kicauan Toni. Sudah barang tentu ketiga orang anak ini diincar Toni, sebab mereka lain daripada yang lain. Kulit mereka menyerupai kulit Negro. Hingga Toni menyebut mereka “Trio Negro.”


            Deva hanya bisa mengumbar senyum setelah mendengar tawa canda temannya. Namun ketika Deva mulai merangkai kata-katanya untuk membentuk suatu kalimat semuanya dalam keadaan hening.


            “Teman-temanku aku, aku bisa mengerti semua perasaan kalian. Aku dapat merasakan apa yang kalian inginkan sekarang. Selama kurang lebih 1 tahun kita berada di bawah penindasan abang-abang kita di asrama ini dan kini kita bersiasat untuk membalaa\s dendam bukan? Walaupun banyak alasan yang dapat diputarbalikan dalam hal ini, tetapi semuanya menurutku sama saja, hanya menunjukan kepada mereka bahwa kita pendendam. Situasi hidupku dengan Dami prĂ©cis sama dan kita semua mengetahui hal itu. seharusnya aku mendukung ide Dami bukan? Namun kesamaan itu tidak dapat dialihkan menjadi kesamaan di prinsip kita. Maaf jika aku telah mengecewakan teman-temanku di sini. Jika kalian ingin meneruskannya, silahkan. Dengan senang hati, aku tidak akan pernah menghalanginya dan tidak berhak tentunya dalam hal itu. Tetapi beberapa hal perlu kuingatkan kepada teman-teman, apakah kita mempunyai adik? Apakah mereka akan tetap bersekolah, layaknya kita sekarang? Apakah teman-teman menyayangi mereka? Dan bagaimanakah perasaan teman-teman jika sang adik tercinta diperlakukan lebih keji dari yang pernah kita lakukan terhadap orang lain? Demikian halnya denganku saat ini. Jika aku sampai menyentuh tubuh adik-adik kelas dengan kasar, sama saja aku telah melakukannya kepada adik-adikku sendiri di sana. Jika aku melihat satu diantara adik-adik kelas kita menerima suatu konsekuensi, adik-adikku sendirilah yang menjadi sosok penerima di dalam bayanganku. Mungkin tidak semudah ini untuk menjelaskan kepada teman-teman saat ini. Bagiku cukuplah di tempat itu mereka merasakannya, aku tidak ingin melihat mereka mendapat yang lebih dari itu di tempat lain.”


            Setelah mendengar penjelasan Deva, teman-teman banyak yang keberatan dengan segala unek-unek, terutama Anwar dan Toni. Toni yang selalu melucu kini sungguh serius menanggapi ujaran Deva. Anwar merupakan salah satu dari mereka yang mempunyai tubuh besar dan tinggi, sehingga teman-teman sering memanggilnya dengan julukan “Bomber.” Selama menjalani tahun pertama di sekolah ini, dapat dikatakan Anwar-lah yang paling sering menerima hukuman yang sungguh keji.


            “Maaf, bagiku itu semua sama. Mau dibilang pendendam, pengecut atau apapun itu, tidak masalah bagiku. Bagiku sekali berniat, harus dijalankan. Tidak mungkin menyiakan donor darah yang telah kusumbangkan kepada abang-abang kelas selama ini.”


            Demikian ujaran Anwar setelah mendengar penjelasan Deva. Memang benar apa yang dikatakan Anwar. Setiap hukuman yang ia terima dulu selalu diikuti aliran darah, sehingga kini Anwar sangat bersungguh-sungguh untuk membalaskan dendamnya.


            “Sorry Dev, saya rasa ini menyangkut harga diri. Adik-adik kelas akan semakin meraja rela karena kita dianggap telah bertekuk lutut pada mereka.” Toni berujar demikian dengan serius.


            “Teman-teman, aku menganggap dan menyimpulkan hal ini menyangkut perasaan kita. Ada tidaknya perasaan di dalam diri kita di situ jugalah ketergantungan hal ini, tanpa mempersalahkan pendapat Toni. Dan bagi Anwar, sekali lagi, aku tidak punya hak untuk menghalangi niat Anda. Namun aku minta maaf jika aku sendiri tidak bergabung ataupun mengecewakan teman-temanku dalam hal ini.”


            Kalimat terakhir dalam penjelasan Deva, membawanya hingga ke peraduan malam terang. Di satu bintang yang ditatapnya ia berseru akan hadirnya perasaan kasih dan sayang diantara sesamanya.


 


Marsonang Daud Situmorang


Probatorium C 2007-2008