Minggu, 29 April 2007

KARATE-DO-TAKO

Seminaris menurut cerita orang memiliki kategori berikut: ganteng, imut, culun, pinter, kalem, alim dan banyak dah yang laen. Berita baru yang perlu ditambahkan orang pada kategori itu adalah: jago. Pada 27-28 April 2007, sejumlah kecil seminaris mengikuti Kejuaran TAKO memperebutkan piala Bupati yang diadakan di Sopo Godang Jl. Asahan. Menimbang tidak sedikitnya peserta dari setiap dojo, maka sparing atau komite diadakan sesuai dengan class-nya masing-masing, ada yang disebut class pemula, prakedet, kadet, junior dan senior. Hari itu juga para seminaris berangkat mengikuti kejuaran TAKO Bupati Cup, sayangnya karena banyaknya peserta, pada gilirannya mereka terpaksa di pertandingkan keesokan harinya.
28 April 2007, dengan percaya diri mereka berangkat menuju tempat kejuaraan. Di sana mereka kembali berjumpa dengan atlet Siantar dan sekitarnya. Seminaris bertarung ...
Bukan hal yang sia-sia mereka berlatih selama ini. Para seminaris pulang membawa 3 medali emas.
Perlu ditambahkan kategori: Seminaris juga jago. (_pung)

Jumat, 27 April 2007

SEMINARI JUARA I VOCAL GROUP

Setelah mengikuti Babak Penyisihan di Auditorium Universitas Nomennsen, Pematangsiantar, pada tanggal 25 April 2007, pejuang Seminari yang berjumlah 10 orang dinyatakan oleh juri berhak melangkah ke Final Festival dalam rangka memperingati HARDIKNAS 2 Mei 2007 & Hari Jadi Kota Pematangsiantar. Keesokan harinya, pukul 08.00 WIB dengan semangat, mereka melangkahkan kaki ke gelanggang pertandingan untuk mengharumkan nama Seminari. Pada Festival ini mereka akan membawakan lagu wajib GEBYAR! GEBYAR! dan lagu pilihan BORU PANGGOARAN. Dengan nomor undi 6, para penyanyi Seminari menampilkan yang terbaik dari diri mereka. Setelah lagu pilihan selesai dinyanyikan, gemuruh tepuk tangan serasa menggetarkan gedung besar tersebut.

Dengan berkat Tuhan Yang Esa dan usaha para pejuang serta dukungan moril dari para seminaris dan staf,  Seminari Menengah Christus Sacerdos Pematangsiantar meraih Juara I Festival Vocal Group Tingkat SMA se-Pematangsiantar dengan angka mutlak. Atas keberhasilan tersebut Seminari akan memperoleh sebuah pialah, piagam dan uang pembinaan, yang akan diserahkan pada tanggal 2 Mei 2007. Ad Maiorem Dei Gloriam. Bravo Seminari! (_pung)

Sabtu, 21 April 2007

Menjadi Seminaris yang Kreatif

Pada zaman edan ini, semua orang bukan hanya dituntut untuk cerdas secara intelektual dan keterampilan tetapi juga harus sangat urgent. Tanpa ada kreativitas dalam mengerjakan sesuatu, seseorang hanya mampu menciplak/flagiat dan tak dapat mencipta. Bila hal itu tidak kita kembangkan/tidak kita sadari pada diri kita, kita dapat saja "dijajah" oleh orang lain. Kini kita harus menyadari realita tersebut, bahwa kreativitas itu mengambil peranan yang amat penting (urgent) dalam meraih kebahagian pribadi maupun bersama.


Orang kreatif pada hakikatnya unggul dalam pekerjaan, memiliki pendirian, mampu memberikan ide-ide baru, conceptual, dan sebagainya. Orang tersebut mungki mampu saja untuk memecahkan masalah dengan arif dan bijaksana.


KREATIVITAS

Banyak hal yang bisa dikatakan bila berbicara tentang kreativitas. Kita bisa saja menyoroti bidang-bidang tertentu dalam kreativitas. Kita juga bisa menyoroti pribadi/kelompok yang berkreativitas. Kita juga bisa membicarakan tempat atau lokasi yang dalam kaitan dengan kreativitas yang sesuai, dan lain sebagainya. Singkatnya, pembicaraan tentang kreativitas, bisa menjadi begitu luas, sehingga saya harus membatasinya dalam cakupan faktor-faktor pendukung munculnya kreativitas dalam diri seseorang. Saya melihat bahwa kreativitas diharapkan selalu membuahkan hasil-hasil yang positif dalam mengembangkan yang lain. Itulah yang seharusnya kita lihat dalam suatu kreativitas, yakni: kelahiran sesuatu yang baik menuju kepada pembaharuan yang mengembangkan. Semangat inilah yang ingin saya bagikan kepada para pembaca yang budiman.

KREATIFITAS BERSUMBER DARI ALLAH

 KREATIFITAS BERSUMBER DARI ALLAH


(Refleksi atas kreatifitas Allah dalam menciptakan manusia)


 Bulan September yang lalu saya diminta oleh redaksi LEMBAGA untuk membuat renungan tentang kreatifitas dalam pengertian Biblis. Aku sedikit bingung untuk menguraikan tema ini dengan jelas sesuai dengan permintaan mereka. Alasannya karena dalam Kitab Suci tidak ada kata yang dengan tepat dan jelas menguraikan tentang kreatitifitas. Meskipun demikian di dalam Kitab Suci kita bisa menemukan bagaimana Allah dengan kreatif-Nya menciptakan segala sesuatu di dunia ini termasuk manusia. Untuk memahami tema ini kita mesti mengetahui apa sebenarnya kreatifitas itu.


Kreatifitas berasal dari kata dasar kreatif yang memiliki akar kata to create yang artinya mencipta, menghasilkan. Jadi kreatifitas adalah kemampuan manusia untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang positif dan berguna bagi dirinya dan juga bagi orang lain. Menurut David Campbell kreatifitas merupakan suatu ide atau pemikiran manusia yang bersifat inovatif, useful (berdayaguna) dan dapat dimengerti (understandable). Mempersoalkan arti dan manfaat kreatifitas bagai mempertanyakan arti makanan bagi makhluk hidup atau air bagi tanaman. Sulit membayangkan terciptanya sebuah karya seni tanpa kreatifitas. Jadi makna kata kreatif sesungguhnya hanya berkisar pada persoalan mencipta atau menghasilkan sesuatu.


Jumat, 20 April 2007

SEMINARI MENENGAH…

the Future of the Church of Medan



July 17, 2006 was my first day in Seminari Menengah. It was a day of expectations and at the same time of fear for the teaching job is not easy; and to teach the young Seminarians, who, if not all of them, some of them might become the future "shepherds" of the Church? Well, as I often remind myself; a great privilege and a responsibility.


For more than two months now that I am sharing my time as a teacher to the young Seminarians and also to the Faculty members of the Seminary, I think I am enriched with many new experiences. One of my best experiences is the felling to be at home everybody. I never felt to be a stranger even if I can’t communicate well in Indonesian language; neither it’s a barrier nor a difficulty to take a step for interpersonal relationship. The Seminary offers much opportunity for me to learn the culture, custom, and language of the people. It provides me somehow of what is important in dealing with others, particularly to people with lots of differences. My teaching experience also helps to widen more and more my way of judging and of looking persons and events.


Menemukan Hidup dengan Merenung

Dengan menyadari bahwa hidup rohani para seminaris masih perlu ditingkatkan, maka 'staf dalam' dan 'magister spiritualis' mengambil beberapa kebijaksanaan dalam penciptaan suasana yang kondusif saat mengikuti kegiatan rohani, secara khusus pada masa Prapaskah ini. Para seminaris diajak untuk membawakan ibadat Jalan Salib dengan membagikan hasil renungan pribadi tentang analogi Jalan salib Yesus dengan 'Jalan Salib Panggilan' sebagai seorang seminaris dalam setiap perhentiannya.
 Pada umumnya para seminaris cukup merespon kesempatan untuk merenung sambil berkereasi ini. Hal tersebut tampak dari kreativitas mereka dalam membawakan ibadat tersebut sehingga acara tidak membosankan. Kita betul-betul diajak untuk merenung dengan ikut berpartisipasi dalam Jalan Salib hidup. Dengan ini seminaris diharapkan dapat merenungkan perjalanan hidupnya, sehingga jelaslah bahwa mengikuti Yesus bukanlah hal yang mudah, butuh pengorbanan, cinta kasih, kesabaran, ketaatan dan iman. Dengan kata lain, suatu waktu seminaris diharapkan dapat menapaki jalan hidupnya yang betul-betul merupakan hidup dari perenungannya sendiri. Semoga!

     Bastanta Bernardus P. de Poesis-IPS 2006/2007

Karya-Nya yang Sempurna

Ingin kuraih suatu impian
Yang tak mungkin dapat kuraih
Ingin kupetik bintang
Namun aku hanyalah manusia
Bukan Dewa…..

Aku ingin segala karyaku
dikenal oleh semua makhluk
namun aku hanyalah manusia biasa
yang tak dapat melakukan itu

Telah kujelajahi semua tempat
Telah kumasuki semua lorong-lorong
Untuk mencari karya yang sempurna
Demi kesempurnaan hidup ini

Kadang kala aku mengaduh nasib
Menanatikan sebuah jawaban
Kadang aku terjatuh dihadang
Oleh seribu tangan

Tapi kini aku bagaikan dewa
Yang dapat melakukan semua itu
Berkat Cahaya Ilahi-Mu
Yang menuntun jalanku.

Oleh : Patrisius Doli
Probatorium B 2006-2007

Membongkar Rahasia Dunia dengan Berkreatifitas

Sifat hakiki dari setiap manusia adalah perasaan yang tak pernah puas. Sudah tamat dari SD, ingin masuk ke SMP, tamat dari SMP ingin masuk SMA, tamat dari SMA ingin Kuliah lagi dan seterusnya meniti ke jenjang yang lebih tinggi, tapi perlu diingat bahwa sifat yang tak pernah puas itu tidak boleh disama artikan dengan ikatan konsumerisme, sebab konsumerisme itu cenderung bersifat negatif.


 


Pada masa kini, manusia berlomba untuk mendapatkan sesuatu hal yang terbaru, rasanya menginjakkan kaki di bulan sudahlah hal yang biasa, khususnya bagi negara-negara yang sudah berkembang, seperti Rusia, Amerika Serikat, Jepang dan lain sebagainya. Bagaimana dengan Indonesia? Tentu tidak. Faktanya, Indonesia masih tetap dalam tahap perencanaan dalam problema ini. Apakah hal ini akan mencapai garis finish? Apakh masyarakat Indonesia masyarakat pilihan Tuhan? yaitu puas dengan apa yang telah dimilikinya.


 



Senin, 09 April 2007

PELATIHAN CARA BELAJAR AKTIV

 


Dua puluh satu orang (21) staff dan guru Seminari ditambah dengan guru-guru dari yayasan St. Laurentius dan SMA + SMK Assisi Pematangsiantar mengadakan pelatihan cara belajar aktif.


Pelatihan ini menghadirkan empat (4) pakar dari Jawa, yang seluruhnya dibiayai oleh Bpk. Herman Sinaga, alumnus Seminari Menengah Christus Sacerdos.


Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas loka karya ‘Arah dan Pembinaan Calon Imam di Seminari Menengah Pematangsiantar,’ yang diadakan pada bulan Februari 2007.


Diharapkan lewat pelatihan ini, para guru Seminari menjadi lebih kreatif menggunakan metode-metode mengajar, sehingga para Seminaris lebih bergairah dalam belajar.


Pelatihan ini sekaligus menjadi persiapan menyusun kurikulum seminari.


Semoga Seminari semakin maju! (DE)

Sabtu, 07 April 2007

Mengadu Masa Remaja dalam Test Masuk Seminari

Sejumlah orang dengan kepala tertunduk malu menyusup menelusuri koridor menuju kamar massal anak testing. Merek dipandu oleh beberapa anak seminaris. Di situ, terkenang kembali moment tiga tahun lalu. Kala itu, mencoba menjawab bisikan seakan memanggil ke Seminari Menengah Pematangsiantar dan mengikuti test masuk Seminari. Kini yang dipanggil pun masih mencoba mempersiapkan diri atas pilihan yang akan harus dipilih.