Jumat, 20 April 2007

Menemukan Hidup dengan Merenung

Dengan menyadari bahwa hidup rohani para seminaris masih perlu ditingkatkan, maka 'staf dalam' dan 'magister spiritualis' mengambil beberapa kebijaksanaan dalam penciptaan suasana yang kondusif saat mengikuti kegiatan rohani, secara khusus pada masa Prapaskah ini. Para seminaris diajak untuk membawakan ibadat Jalan Salib dengan membagikan hasil renungan pribadi tentang analogi Jalan salib Yesus dengan 'Jalan Salib Panggilan' sebagai seorang seminaris dalam setiap perhentiannya.
 Pada umumnya para seminaris cukup merespon kesempatan untuk merenung sambil berkereasi ini. Hal tersebut tampak dari kreativitas mereka dalam membawakan ibadat tersebut sehingga acara tidak membosankan. Kita betul-betul diajak untuk merenung dengan ikut berpartisipasi dalam Jalan Salib hidup. Dengan ini seminaris diharapkan dapat merenungkan perjalanan hidupnya, sehingga jelaslah bahwa mengikuti Yesus bukanlah hal yang mudah, butuh pengorbanan, cinta kasih, kesabaran, ketaatan dan iman. Dengan kata lain, suatu waktu seminaris diharapkan dapat menapaki jalan hidupnya yang betul-betul merupakan hidup dari perenungannya sendiri. Semoga!

     Bastanta Bernardus P. de Poesis-IPS 2006/2007

1 komentar:

  1. bagus nih tulisan keren banget! lebih kreatif lagi ya, biar semua orang Indonesia jadi kreatif...

    BalasHapus