Senin, 29 September 2008

PUISI: NISTA

NISTA


 


Cah’ya terang kini terkatub badai kegelapan


Namun, kuhanya terduduk tertindas kepedihan


Kekerasan mewarnai gejolak aurah jiwa


Yang menjadi kepuasan batin belaka


Tapi……..


Pantaskah Nista itu menaungi jiwa-jiwa?


 


Cacat-cacat cela masuk lewat perbuatan nista


Merobek suara tangisan hati


Dan aku……..


Terdiam terselimuti dunia keji


Seberapa besarkah kemurahan hatimu?


 


Dunia keji mengatup tertunduk lesu


Tatapan wajah memandang ke arahku


Mengeram dendam, melahirkan nista


Mampukah aku menahan sakitku?


 


Dendam……


Dengki…….


Nista…….


Bukanlah kehidupan semata


 


 


Gery Valens Rejendi


Probatorium A 2007/2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar