Jumat, 02 Maret 2007

Kronik Kompetisi Volley

Selasa, 27 Februari 2007
Warga Seminari boleh berbangga atas lolosnya tim Volley Seminari ke Semifinal Kompetisi bola volley tingkat Pelajar se-Pematangsiantar.
Pukul 16.30 WIB pejuang Seminari mulai menunjukkan batang hidungnya di GOR Pematangsiantar, bersiap untuk memperjuangkan almamater-nya pada event ini, berhadapan dengan SMK Taman Siswa. Seakan tak mau kalah, para supporter pun bergegas menuju GOR, mendukung tim yang dibanggakan. Mungkin orang yang melihat para supporter itu bertanya dalam benaknya, "Mereka ini, ada apa ya? Koq, semuanya pada senyum?" Para seminaris sedang sibuk dengan pikirannya sendiri, mengarang cerita yang tak jauh beda dengan supporter tim lain. Begitukah nantinya?

Karena satu dan lain hal terjadi sesuatu di luar dugaan tim Seminari. Pertandingan SMA SEMINARI vs SMK TAMSIS akhirnya diadakan kira-kira pukul 20.00 WIB. Kalau sudah jam segini, apa yang biasanya terjadi? Orkestra pun dilantunkan di perut. Tapi tak apa, spirit harus tetap membara!



Peluit tanda pertandingan dimulai berkumandang. Bola pertama meluncur melewati net ke daerah pejuang kita. Tak pelak lagi, didukung sorak-sorai supporter, pejuang kita memenangkan set pertama. Supporter diliputi keyakinan akan terjadi hal yang sama pada set kedua. Begitukah?
Siapa yang dapat menyangka antusiasme tersebut mulai pudar dengan takluknya tim Seminari pada set kedua.
Seakan ada yang mengatakan, kalau demikian babak kedua, mengapa tidak babak ketiga? Dengan selisih tipis pejuang kita takluk pada set ketiga.
Para pemain masuk ke lapangan tanda set terakhir segera dimulai. Tak jauh berbeda dengan set ketiga, para pejuang kewalahan dalam memberikan perlawanan yang berarti. Pada perebutan point terakhir, bola ternyata lebih memilih menjatuhkan diri di daerah pejuang kita.

Seminaris pulang ke rumah dengan harapan akan memperoleh kemenangan pada pertandingan selanjutnya.

Rabu, 28 Februari 2007
Seminaris bangun dengan harapan dapat meraih peringkat ketiga pada kompetisi volley kali ini.
Gerimis sore hari Pematangsiantar tak mampu menghalangi niat para seminaris merasakan lagi atmosfir pertandingan di GOR.
Ketika ditanya apa penyebab kekalahan terakhir, ketua Volley, Saudara Adrianus Sihotang (Syntaxis IPA) menuturkan bahwa titik masalah terletak pada semangat bertempur para pejuang. Semangat untuk pantang menyerah kurang membara. Semoga hal tersebut dapat diperbaiki pada pertandingan hari ini.
Beng...bromm...bong...toeet..para supporter bersorak sambil memasuki gedung GOR dalam dua barisan. SMA Seminari berhadapan dengan STM PEMBAHARUAN merebut posisi ke-III dalam kompetisi ini.
Peluit dari pinggir garis luar lapangan berbunyi seakan mendesak supaya para pejuang segera memasuki lapangan dan memulai pertandingan.
Dengan penuh semangat, setiap tim melancarkan serangan keras terhadap lawannya. Supporter kedua belah pihak meraung menggetarkan lantai GOR, mendukung tim yang mereka banggakan. Pada perebutan point terakhir lagi-lagi bola seakan lebih betah berbaring di daerah juang pejuang kita, menggagalkan bertambahnya point kemenangan kita.
Set selanjutnya berlangsung dengan sengit, lagi-lagi memberi selisih 1 bola untuk STM PEMBAHARUAN, menambah kekalahan kita.
Supporter Seminari dengan sorak-sorai kembali coba memanaskan pejuang kita supaya terjadi penambahan set. Namun, yang terjadi Seminari harus berpuas diri duduk di posisi Harapan I.
Kegelapan malam menambah kelamnya kepulangan para seminaris ke Seminari. Saat itu masih terpajang slogan di dinding sebelah dalam GOR, bunyinya, "Veni...vidi...vici...!" Masihkah? Semoga! (_pung)

9 komentar:

  1. Untuk mencapai sebuah kemenangan sebuah team, diperlukan dukungan dari semua pihak.
    Namun, mendukung berarti bukan memaksa team yang didukung untuk harus menang, tetapi harus menerima apa yang sudah terjadi.
    Bagi para pemain volley seminari, jika kalah bukan berarti daya juang menjadi berkurang, tetapi harus membuat kekalahan trsebut sebagai pelajaran. Ketidakpuasan pendukung boleh jadi ada, tetapi bukan itu yang menentukan tetapi diri kita sendiri. Jika ada ketidakpuasan itu pasti dan merupakan respon bahwa pendukung seminari masih memperhatikanmu dan mengharapkanmu untuk semakin maju. Bravo seminarium. IUVANTE DEO VINCIMUS.

    BalasHapus
  2. Fans Seminari3 Maret 2007 06.05

    Kalah menang itu soal biasa dalam olah raga! Itu benar, dan kita semua tahu itu. Tetapi kalah dengan tanpa memberi perlawanan yang berarti, menimbulkan rasa kesal. Beberapa penonton terdengar berkata: "Tehnik pemain Seminari itu bagus, tampak mereka terlatih. Tapi mental bertandingnya lemah!" Ayooo Seminari.... bulatkan tekad untuk tahun depan.

    BalasHapus
  3. kekasih gelap3 Maret 2007 20.50

    memang setiap orang itu pernah gagal dan mereka sudah melakukan perjuangan terbaik yang mereka bisa hendaknya kita jangan hanya melihat kekalahan saja lihatlah dibalik semuanya itu dan saya kira mereka perlu mendapat perhatian melihat setelah beberapa tahun tim ini tidak pernah menginjak GOR jadi hargailah usaha mereka itu dengan terus mendukung mereka dan juga memperhatikannya. OK

    BalasHapus
  4. Beckham's "SMCS"4 Maret 2007 04.55

    Klo menurut aq sich, kalah menang itu soal biasa dalam sebuah pertandingan. So, buat apa kita terlalu menganggap sesuatu yang sangat membebani? Seharusnya kita sadar, itu tandanya kita belum ada apanya sekarang. Dulu katanya kita selalu menang, ya wajar aja karna dulu belum ada club2 voly diluaran sana tapi sekarang? Seminari, jadikanlah itu penymangat, ingat! ikut kompetisi itu bukan semata untuk menang tapilebih pada tampil dengan baik dan jangan berjuang untuk seseorng tapi berjuanglah untuk Seminari tercinta. Thanks bro.

    BalasHapus
  5. Ayo kobarkan lagi semangatnya...baru kali ini saya dengar Seminari mengejar target juara III. Dari dulu yg saya ingat, kalau tidak juara I lebih baik nggak usah ikutan kompetisi. Karena biasanya siswa-siswa sekolah lain kalau dengar Seminari ikut pertandingan, Volley khususnya, nyali mereka sudah luluh duluan.
    Anyway, kekalahan ini hanya untuk saat ini saja !!!

    BalasHapus
  6. Semoga timnas Volly Seminari berikutnya bisa lebih memperjuangkan almamater Seminari OK.

    BalasHapus
  7. Sebenarnya para seminaris pada saat itu bisa menang. Namun kondisi para timnas pada saat itu kurang fit karena pada saat yang sama juga seharusnya para seminaris sedang makan malam. Namun karena pertandingannya diundurkan, ya terpaksa harus menahan rasa lapar.

    BalasHapus
  8. Windy Bonifasius Ginting11 Maret 2007 17.26

    Mungkin kita masih bisa berbenah. Kita jangan mudah putus asa. Mari kita coba sekali lagi. Ayo para pemain "Timnas Volley Ball" semangat dan terus berlatih pertandingan masih ada di kemudian.
    Bravo Seminari.

    BalasHapus
  9. majulah terus seminaris... capailah cita-citamu...
    jangan mudah menyerah, karena kehidupan di luar tak seindah yang kau duga...

    BalasHapus